Informasi

Linieritas Kualifikasi Akademik dalam Kepangkatan Guru

By  |  0 Comments

Sehubungan dengan beragamnya interpretasi terhadap kualifikasi akademik S1/D.IV bagi guru, sertifikat pendidik, linieritas antara kualifikasi akademik dengan kepemilikan sertifikasi pendidik, dan karir pengawas sekolah, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat No. 34741/B.BI.3/HK/2015 tanggal 14 Desember 2015 perihal Linieritas Kualifikasi Akademik dalam Kepangkatan Guru.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa:

  1. Kualifikasi akademik dan sertifikasi guru diatur berdasarkan ketentuan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, PP No. 74/2008 tentang Guru, dan Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Guru.
  2. Ketentuan karir dan kepangkatan guru dan pengawas sekolah diatur dalam ketentuan Permeneg PAN dan RB No. 16/2009 tentang Jabatan Fungional Guru dan Angka Kreditnya, Permendiknas No. 35/2010 tentang Juknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Permeneg PAN dan RB Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa:

  1. Guru yang mengajar linier dengan sertifikat pendidiknya, tetapi sertifikat pendidiknya tidak linier dengan kualifikasi akademiknya, tidak dipersyaratkan untuk mengikuti pendidikan S1 kedua yang linier dengan sertifikat pendidik yang dimilikinya.
  2. Bagi guru dalam jabatan yang diangkat sebelum berlakunya UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dapat mengikuti sertifikasi pendidik tanpa mempertimbangkan kesesuaian/linieritas antara kualifikasi akademik yang dimiliki dengan mata pelajaran/bidang tugas yang diampu, sepanjang guru yang bersangkutan mempunyai pengalaman mengampu bidang/mata pelajaran tersebut paling sedikit 5 tahun.
  3. Bagi guru yang diangkat sejak berlakuknya UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang akan mengikuti sertifikasi pendidik, harus sesuai dengan kualifikasi akademik S1 atau lebih dari S1 yang dimilikinya.
  4. Bagi guru yang bersertifikat pendidik yang diangkat s.d tahun 2015, dapat mengajukan kenaikan pangkat s.d pangkat tertinggi didalam jenjang kepangkatan guru sepanjang mengajar sesuai dengan bidang/mata pelajaran pada sertifikat pendidiknya walaupun tidak linier dengan kualifikasi akademiknya. Dengan kepemilikan sertifikat pendidik tersebut, guru dinyatakan sebagai guru profesional dan syah atau linier dengan mata pelajaran yang diampunya.
  5. Bagi guru yang belum S1/D4 s.d akhir tahun 2015, kenaikan pangkat dan jabatannya telah diatur dalam Permeneg PAN dan RB No. 16/2009 pasal 40 dan 41.

Bagi Pengawas Sekolah yang bukan berasal dari jalur guru, sepanjang sudah memiliki sertifikat pendidik dan melaksanakan tugas kepengawasan sesuai dengan sertifikat pendidiknya dapat mengajukan kenaikan pangkat sesuai dengan ketentuan Permeneg PAN dan RB No. 21/2010 tentang Jabaran Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

Semoga bermanfaat.